BER-KOMSOS

Ini itu tentang bagaimana Gereja berjiarah di dunia yang berkomunikasi sosial.

Monday, November 27, 2000

SGK 1971

KOMUNIKASI SOSIAL

MELAYANI

PERSATUAN UMAT MANUSIA


Hari Komunikasi Sosial sedunia 1971


Saudara-saudari, putra-putriku, dan semua orang yang berkehendak baik

“Alat-alat komunikasi sosial untuk melayani persatuan umat manusia”: demikianlah tujuan yang ditawarkan oleh Hari Komunikasi Sosial Sedunia tahun ini untuk refleksi, studi, diskusi-diskusi, doa-doa dan kegiatan-kegiatan anda.

Siapa yang dengan sepenuh hati tidak merindukan untuk melihat kesatuan keluarga umat manusia diperjuangkan dengan lebih berdayaguna? Belumkah manusia sadar akan solidaritas yang mempersatukan mereka dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana dalam kesempatan-kesempatan khusus, di hadapan kesuksesan ilmiah tetapi sekaligus juga di hadapan kemalangan-kemalangan dunia. Dalam setiap langkahnya, manusia seolah dipaksa untuk meluaskan terus menerus pandangannya terhadap dunia di mana kerjasama yang berbuah dan damai ditegakkan dalam berbagai tingkat ekonomi, sosial, budaya dan kehidupan politik, tanpa, kehilangan kekayaan dari ciri-ciri keanekaannya. Akan menjadi sekedar impiankah mengharapkan suatu keluarga manusia yang universal yang di dalamnya setiap orang dapat menjadi warga sesaudara? (bdk. PP 79)

Dalam banyak peristiwa, keyakinan umat Kristiani dirumuskan dengan baik: “Allah …. Menghendaki bahwa setiap orang membangun keluarga dan saling bergaul dalam semangat persaudaraan. Setiap orang diciptakan sesuai gambar Allah …. Dan setiap orang dipanggil menuju tujuan yang satu dan sama, yakni Allah sendiri” (Gaudium et Spes no 34. P. 1)

1. Kerinduan untuk bersatu

Solidaritas dalam panggilan Adam, juga dalam dosanya, dihayati dan diperdalam dalam Kristus; dengan SalibNya Ia telah membongkar dinding yang memisahkan manusia, memperdamaikan mereka kepada Allah (bdk Ef 12:14), dan dengan kebangkitanNya Ia telah menyebarkan Roh cintakasihNya ke dalam hati manusia. Sementara itu, Gereja juga mengalami tegangan dan bahkan perpecahan dalam dirinya, dan tak akan pernah berhenti sampai menghayati kesatuan ini dengan cara yang dapat dilihat di antara putra-putrinya dari aneka bahasa dan bangsa, dan dalam setiap lingkungan sosial dan profesional. Demikianlah, Gereja sadar sebagai tanda kenabian akan persatuan dan kedamaian bagi seluruh dunia (bdk. Yesaya 11:12)

Menerima kenyataan bahwa alat-alat komunikasi sosial telah mengambil peran penting dalam kebudyaan modern hampir secara universal, muncul pertanyaan: akankah alat-alat komunikasi sosial menjadi alat-alat istimewa untuk mendorong persatuan dan persaudaraan ini, maksudnya, saling menghormati, dialog yang terbuka dan kerjasama saling percaya dalam dunia tempat masalah-masalah semakin menjangkau seluruh bagian dunia ini?

2. Ketegangan-ketegangan yang ada

Kita perlu secara mendalam menegaskan apakah kita terlalu meremehkan kekuatan dari ketegangan-ketegangan yang tragis yang ada dalam lingkungan sosial, di antara kelompok-kelompok masyarakat dan pribadi-pribadi, di antara bangsa-bangsa industri dan bangsa-bangsa dari dunia ke tiga, di antara sistem-sistem ideologis atau politis yang berlawanan. Konflik-konflik yang seringkali mendorong bertumbuhnya penindasan-penindasan di seluruh dunia terus menciptakan jurang-jurang yang berbahaya dan sayangnya, mewujudkan diri dalam tindakan-tindakan kekerasan dan situasi-situasi perang. Di hadapan perwujudan dari ketegangan-ketegangan dan ketidakcocokan antara manusia dan bangsa ini, kita tentu tak dapat mengharapkan pers, radio, televisi dan film untuk menguranginya atau bahkan membungkamnya sama sekali. Bukankah peran mereka justru sebaliknya, yakni, untuk menampilkan semua segi kenyataan, bahkan yang paling tragis sekalipun, untuk mendekati kenyataan itu dengan cara yang lebIh mendalam dan obyektif, yakni kenyataan kemalangan yang terpaksa terjadi dan dosa egoisme yang menyebar, singkatnya, bertambahnya luka yang menoreh hati keluarga besar umat manusia, tetapi juga yang merupakan satu kenyataan untuk menampakkan penyelesaian positif, tanda-tanda pembaharuan dan alasan-alasan untuk berharap?

3. Konfrontasi yang tegas

Siapa yang akan berkata bahwa orang tak tergoda untuk menggunakan alat-alat audiovisual yang sangat berdaya itu, dengan pengaruhnya yang mendalam, untuk meningkatkan ketegangan, ketidakcocokan dan perpecahan, memaksakannya pada konsekwensi-konsekwensinya yang ekstrim, sejauh ini untuk melemahkan setiap orang yang berkehendak baik dalam usaha mereka yang tak sempurna tetapi baik untuk memperjuangkan persatuan dan persaudaraan? Kita harus menghadapi resiko ini dengan kekuatan dan melawannya dengan berani. Di pihak lain, kita tidak mengijinkan bahwa kemungkinan-kemungkinan mendalam dari alat-alat komunikasi sosial yang mengagumkan, yang masih kurang diuraikan, membantu para pembaca, pendengar dan penonton menjadi sadar akan masalah-masalah sesama yang nyata, membantu orang untuk lebih baik mengenal dan saling menghormati dalam perbedaan-perbedaan mereka, mengatasi aneka penghalang dalam semangat saling pengertian dan kasih, dan masih lebih baik lagi, mengalami solidaritas sejati kendati aneka penghalang yang ada, sebuah solidaritas yang mempersatukan kita satu sama lain dan satu bagi yang lain dalam mencari dan memperjuangkan kesejahteraan umum dari masyarakat manusia yang luhur? (cf. Allocution to the General Assembly of the U.N.O. in New York, October 4, 1965, in A.A.S., 57, 1965, pp. 879-884). The very future of man is at stake, man, “to whom all things on earth should be related as their centre and crown” (cf. Gaudium et Spes, n.12)..

4. Renungan dan Doa

Para pendukung dan donatur alat-alat komunikasi sosial, satukan perjuangan anda agar terjadilah semua itu di setiap sudut dunia dan keikutsertaan dan tanggungjawab pada setiap tingkat. Tolaklah semua yang mengganggu dialog sejati antar manusia, apa pun yang menutupi hak-hak manusia, salah pengertian dan kebencian macam apa pun, apa pun yang berlawanan dengan damai dan persaudaraan yang luas, dan apa pun yang menghalangi kita mencari kebenaran dalam kemerdekaan. Akhirnya, bukankah pertanyaan-pertanyaan berikut ini cocok untuk setiap orang dari antara kita: apa yang kau cari? Apa yang kau inginkan? Apakah kamu ingin menjadi saudara bagi saudaramu, ya atau tidak? Sebab kalau komunikasi tidak dari dirinya sendiri merupakan sebuah pemersatu, maka ia menjadi jalan yang tak berguna.

Demikianlah, bagimu, umat Kristiani, saudara-saudari dan putra putriku, kami minta kamu secara khusus bermenung dan berdoa. Kami juga mendorong kamu untuk menggunakan semua sarana sesuai bakat dan minatmu secara apa adanya, dengan terarah dan dengan mantap, sehingga dari begitu banyak ancaman yang berseliweran dan seringkali menghancurkan kamu dapat menghasilkan bangunan yang kokoh dan memancarkan suatu dunia persaudaraan dan putra-putri Allah. “Mengatasi semua kekuatan yang merusak dan omongan yang membingungkan, itulah kota yang harus kita bangun, sebuah kota yang perekatnya semata-mata adalah kasih persaudaraan di antara suku-suku dan bangsa-bangsa dan juga dari berbagai tingkat dan generasi” (Discourse to the General Conference of the I.L.O., Geneva, June 10, 1969, n. 21, in. A.A.S. 61 1969, p. 500).

Kepada semua yang bekerja dengan alat-alat komunikasi sosial agar mewujudkan aspirasi manusia sesuai dengan kehendak Allah, kami sertakan dengan sepenuh hati Berkat Apostolik yang khusus.



Vatikan

Paus Paulus VI

Sunday, November 26, 2000

SGK 1970

Komunikasi Sosial

Dan

Kaum Muda

Surat Gembala Paus Paulus VI

Hari Komunikasi Sosial Sedunia 1970

Putera-puteriku terkasih, masyarakat yang berkehendak baik di mana pun juga berada, dan khususnya, kamu sekalian, para kaum muda.

Tema dari Hari Komunikasi Sosial Sedunia tahun ini menyentuh hal yang saya yakin menjadi salah satu perhatianmu yang pokok: "Komunikasi Sosial dan kaum muda". Pasti, sudah jelas bagi setiap orang bahwa ada pertanggungjawaban mendalam dalam setiap seginya, di hadapan sejarah dan di hadapan Allah sendiri, untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan-kesempatan luar biasa yang disediakan oleh media komunikasi untuk membantu kaum muda menerima informasi dan membangun diri, untuk menampilkan masalah-masalah dunia yang nyata, untuk mencari nilai-nilai hidup yang sejati dan untuk menghayati panggilan mereka sebagai pribadi dan sebagai umat kristiani.

Memang, inilah masalah yang merebak bagi semua orang yang berkehendak baik, bagi organisasi-organisasi privat, baik nasional maupun internasional, tak ketinggalan juga bagi Gereja; mereka semua harus bertanya kepada diri sendiri: kaum muda di masa yang akan datang akan menjadi seperti apa kalau sekarang mereka bertumbuh dalam dunia yang terbangun seperti ini? Dan kamu sekalian, kaum muda, masyarakat yang macam apa yang akan kaubangun sendiri kalau arah dari dunia ini terletak di tanganmu?

Putera-puteriku yang terkasih, dalam kesadaran penuh akan tanggungjawab pastoral kami, Kami ingin menyapa kamu semua: masa depan akan terbangun sesuai dengan yang kita lakukan dengan rahmat Allah.

Kami perlu mengingatkan sekali lagi, ketika gejalanya semakin merebak meluas, bahwa pers, gambar hidup, radio dan televisi cenderung menyembunyikan, bahkan mungkin menggantikan, apa yang merupakan sarana-sarana budaya tradisional, seperti, kontak antar pribadi di rumah, di sekolah dan di paroki, ketika pengajaran para guru/pendidik diwariskan turun temurun antar generasi. Jaman ini, media komunikasi sosiallah yang menyediakan sumber-sumber baru untuk pengetahuan dan kebudayaan, dengan daya yang ampuh untuk menggerakkan perasaan dan budi manusia, sambil menggunakan gagasan-gagasan yang teratur dan mengarahkan imaginasi melalui suara dan gambar yang disajikannya.

Sesungguhnya semua itu adalah sarana-sarana yang mengagumkan untuk memperluas pandangan seseorang, membangun hubungan-hubungan, berkomunikasi dan membagikan sesuatu. Tetapi jelas, hanya sejauh tetap sebagai sarana-sarana untuk mencapai suatu tujuan, tujuan satu-satunya yang baik: pelayanan bagi kemanusiaan seluruhnya dan bagi seluruh masyarakat manusia. (bdk. Populorum Progressio, no 14). Sayangnya, seringkali yang terjadi adalah yang bertentangan. Kita menyaksikan kaum muda dan anak-anak, disalahgunakan menjadi penikmat dari industri yang mempunyai tujuan pada dirinya sendiri, ditarik kepada perangkap erotisme dan kekerasan atau dijerumuskan kepada tingkahlaku yang bingung, cemas dan kacau. Bukan tuntutan yang berlebihan bahwa semua orang yang berpikir secara benar harus bersatu pada akhirnya untuk menyuarakan sebuah tanda bahaya dan mengakhiri segala sesuatu yang akhirnya merusak.

Siapa yang tidak menyadari pentingnya memanfaatkan dengan sebaik-baiknya sarana-sarana komunikasi sosial dengan pola kekuatannya menggerakkan melalui suara, gambar, warna dan gerak, untuk membuatnya menjadi alat-alat modern untuk mempersatukan umat manusia, yang memenuhi pengharapan kaum muda? Betapa cemerlang yang dapat diberikan oleh media komunikasi sosial itu, sejauh sebagai sebuah kesatuan dan masyarakatnya dipersiapkan untuk menerima dan meresapkannya tanpa terracuni olehnya! Jelas, begitu banyak yang dapat dipersembahkan kepada kaum muda: pilihan untuk rekreasi, informasi yang sehati, bagi anak-anak tertentu sebuah pendidikan bahkan sebelum mereka dapat membaca atau menulis. Kami berharap untuk memberikan penekanan ini selama "Tahun Pendidikan Dunia" yang didengungkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa pada awal dekade ke dua. Media komunikasi mampu melayani kaum muda dengan akses kepada sebuah budaya kwalitas seperti membangun rasa terhadap nilai-nilai sejati dari persaudaraan, perdamaian, keadailan, dan kesejahteraan umum.

Inilah tugas yang sangat berat, usaha yang mulia, bagi semua yang memanfaatkan alat-alat istimewa yang sangat berdaya ini bagi pelayanan kaum muda. Namun, semua ini tak akan pernah berbuah banyak, kecuali kalau para orang tua dan pendidik memainkan peranan mereka dalam membantu kaum muda untuk memilih, menetapkan dan menghayati apa yang disajikan kepada mereka, sehingga mereka jgua dapat menjadi pribadi-pribadi yang seutuhnya manusiawi dan kristiani. Tak banyak yang dapat diraih kalau kaum muda sendiri tinggal pasif membiarkan dirinya sendiri didikte oleh penampilan-penampilan yang begitu berdaya itu, dikuasai oleh keinginan-keinginannya dan tak mampu mengatur hidupnya sendiri.

Akhirnya, kami bertanya kepada diri kami sendiri: siapa yang dapat membawa kepada kaum muda warta tentang kehidupan sejati ini, yang tulus dan berani yang mereka cari entah sadar atau tidak? Berjuta-juta orang telah bersama-sama merasakan getaran hati di hadapan gambar-gambar tentang langkah-langkah pertama manusia di bulan. Siapakah yang dapat membawa mereka untuk bersama-sama mengalami emosi mendalam yang sama di hadapan Allah yang penuh cinta yang turun ke dunia sebagai manusia "untuk memanggil kita semua ikutserta sebagai putera-puteri dalam kehidupan Allah yang Hidup, Bapa semua umat manusia? (bdk. P.P. N. 21)

Kami menanggungkan kata-kata himbauan penuh kehangatan kami kepada banyak gembala jiwa, para imam, rohaniwan dan kaum awam yang dengan usaha yang mengagumkan mencari melalui media komunikasi, sebuah bahasa baru, dan sesudah menemukannya mereka wajib, memaklumkan Kabar Baik kepada kaum muda, yang selalu menakjubkan. Tak seorang pun ragu bahwa kaum muda jaman ini sangat menantikan penemuan ini. Mereka merindukan kesaksian ini. Mereka tahu juga bagaimana untuk mengakui, dengan sukacita mendalam, Dia Yang adalah jawaban dari semua pertanyaan yang mendasar dan abadi, Yang "bagi kita telah menjadi kebijaksanaan, keadilan, penyucian dan penebusan" (1 Korintus 1:30).

"Hai Kaum muda, carilah Kristus, agar tetap muda" (St. Agustinus, Ad Fratres in eremo, Sermon 44): inilah pengharapan kami, itulah doa kami.

Dengan pengharapan yang sungguh-sungguh bahwa para orang tua, para pendidik dan semua komunikator melalui media akan melakukan yang terbaik dalam memakai kesempatan Hari komunikasi sosial se dunia yang secara khusus diberikan kepada mereka, untuk permenungan yang lebih baik dan pemecahan masalah yang lebih berbuah bagi keuntungan yang lebih besar bagi kaum muda, Kami menyampaikan kepada semua saja berkat Apostolik kami yang penuh kasih sayang dan terpercaya.


Paus Paulus VI

Saturday, November 25, 2000

SGK 1969

Komunikasi sosial

dan

Keluarga

Surat Gembala Paus Paulus VI

Hari Komunikasi Sosial Sedunia 1969

Putra-putriku yang terkasih, dan semua orang yang berkehendak baik di mana pun berada.

Pengamatan akan Hari Komunikasi Sosial yang ke tiga dengan tema "Komunikasi Sosial dan Keluarga" memberi kita kesempatan yang kita sambut dengan senang hati, sebagaimana sudah kita lakukan pada kesempatan-kesempatan sebelumnya, untuk mengundang semua orang yang berminat, untuk merenungkan tema ini secara positif dan berbuah. Jelas, siapa yang jaman ini dapat menyatakan bahwa dirinya tidak dipengaruhi oleh gejala yang mendunia dengan sangat pesat dari pers, radio, film dan televisi, atau menyatakan bahwa keluarganya tidak secara mendalam dipengaruhi?

Satu pemahaman yang jelas muncul di benak: alat-alat komunikasi sosial kini sudah menembus dan meresapi inti dari lingkungan keluarga. Mempengaruhi dalam jadwal kegiatan masyarakat. Mengubah kebiasaan yang sudah mapan. Menjadi bahan percakapan dan memancing pembicaraan-pembicaraan. Lebih jauh lagi, alat-alat itu mempengaruhi kejiwaan dari orang-orang yang menggunakannya. Pengaruh ini, yang seringkali begitu mendalam, dialami melampaui emosi dan akal budi. Sampai kepada bidang moral, dan juga wahana rohani. Seolah tidak ada satu pun berita atau bahan pembicaraan, hampir tiap orang tahu, yang tidak masuk dalam lingkup keluarga melalui halaman-halaman yang tercetak, atau sarana audio visual, sehingga dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang dan semua orang, membangkitkan reaksi yang berbeda-beda.

Keuntungan-keuntungan dari situasi baru ini tak dapat ditolak. Tak dapat diragukan lagi bahwa perkembangan intelektual dari kaum muda diperpesat. Warisan budaya mereka diperkaya. Hati dan jiwa mereka dengan lebih mudah diarahkan kepada masalah-masalah besar masyarakat manusia, seperti damai, keadilan, dan kemajuan. Namun jelas juga, bahwa daya penyesuaian yang tinggi dari alat-alat ini dapat digunakan untuk kebaikan atau kejahatan. Lebih lagi, penyalahgunaan dari program-program audio visual, meski hanya kwantitatif, dapat melemahkan nilai-nilai hidup keluarga; akibatnya dapat membuat orang menjadi terasing, bukan lagi mempersatukan. Maka, pentinglah membangun kesadaran, untuk menggunakan sarana-sarana yang memperkaya budaya itu secara masuk akal. Inilah bab baru yang ditambahkan dalam deretan kewajiban para pendidik. Inilah saatnya keluarga melaksanakan pembaharuan dalam bidang ini, sehingga dengan kerjasama dari sekolah, keluarga dapat semakin maju dalam pendidikan suara hati yang menuntut persetujuan mereka akan penilaian-penilaian yang obyektif dan jernih yang menuntun mereka untuk menerima atau menolak aneka acara yang ditujukan kepada mereka.

Namun, karya pendidikan tidak berhenti sampai di sini. Perlulah sebuah dialog dilaksanakan di antara keluarga-keluarga dan orang-orang yang bertanggungjawab atas komunikasi sosial. Keluarga-keluarga dipanggil tidak sekedar untuk diketahui keinginan dan kritiknya, tetapi juga untuk menunjukkan pemahaman bagi mereka yang, seringkali dengan usaha yang agak memaksakan, membanjiri mereka dari hari ke hari dengan begitu banyak unsur bagi budaya dan kesenangan mereka.

Sebagai balasannya, para komunikator, harus mengenali dan menghormati kebutuhan keluarga. Hal ini acapkali mensyaratkan keberanian yang besar dari dirinya sendiri, dan selalu rasa tanggungjawab yang besar. Praktisnya, mereka hendaknya menyingkirkan di satu sisi, semua yang dapat menghancurkan keluarga dalam keberadaannya, kemapanannya, tatanannya dan kebahagiaannya, sebab setiap serangan terhadap nilai-nilai mendasar keluarga yang sejati - apakah itu erotisisme atau kekerasan, pembelaan terhadap perceraian atau sikap-sikap anti sosial di antara kaum muda - adalah serangan terhadap kesejahteraan dan kebaikan masyarakat manusia yang sejati. Di lain pihak, para komunikator memiliki tugas yang sulit untuk mendidik publik untuk mengenal, menghargai dan mencintai nilai-nilai yang seringkali tak dikenal atau diabaikan tetapi sebenarnya merupakan kekuatan dan kemuliaan dari masyarakat: misalnya, pengabdian seutuhnya kepada cita-cita yang mulia, kesediaan berkorban dan kepahlawanan yang tersembunyi dalam melaksanakan tugas rutin.

Kami mengundang keluarga-keluarga untuk bekerjasama dengan paguyuban-paguyuban yang karena terus menerus berhubungan membuat kerinduan keluarga-keluarga dapat diketahui dan sekaligus dapat mengajukan permintaan kepada orang-orang yang bertanggungjawab atas komunikasi sosial. Semoga hari komunikasi sosial ini menandai awal dari dialog sejati yang membangun dan menghasilkan buah berlimpah, mewartakan masa depan yang lebih tenang dalam bidang hidup modern yang rumit ini.

Pertanyaan dari umat Kristiani jaman ini dalam dunia komunikasi sosial yang profesional menuntut perhatian yang mutlak. Kalau ada segi dari hidup di jaman sekarang di mana kehadirannya dirasa penting dan dirindukan, itulah pasti komunikasi sosial. Semoga keluarga-keluarga tidak dihalangi oleh rasa cemas yang berlebihan ketika salah seorang anggota keluarganya ingin meraih pekerjaan di bidang ini. Kejahatan yang jauh lebih banyak ditampilkan daripada kebaikan, tidak hanya terjadi dalam karya di bidang ini, tetapi juga banyak terjadi dalam karya di bidang-bidang lainnya. Puji Tuhan, dalam dunia komunikasi sosial, sebagaimana dalam dunia lainnya, tetap ada teladan-teladan hidup moral yang bersinar, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam berkarya. Mereka yang berkarya dalam dunia jurnalistik, teater dan di dunia film yang menghayati iman akan Allah dengan suara hati dan ketentraman dalam melaksanakan pekerjaannya. Sejarah kekristenan mengajar kita bahwa daya meragi injil bertumbuh justru di lingkungan yang penuh kesulitan dan tantangan. Kaum muda yang telah menerima pembentukan moral dan rohani yang mantap dan yang mendapat inspirasi dari cita-citanya, perlu didorong untuk berkecimpung dalam aneka kegiatan komunikasi sosial.

Pengharapan yang realistis tentang situasi itu menuntun orang untuk melihat bahwa pengaruh dari alat-alat teknik ini, bukannya semakin lemah, melainkan seharusnya mengembangkan masyarakat di masa yang akan datang. Tak ada yang harus diabaikan agar pengaruh ini membawa akibat positif dalam setiap keluarga.

Kami berharap bahwa seruan kami dalam kesempatan hari komunikasi sosial sedunia ini akan didengarkan di setiap negara untuk mendorong produksi yang baik di bidang komunikasi sosial, untuk membesarkan hati semua orang yang memakai alat-alat ini untuk melayani kehidupan keluarga dan dengan demikian menyumbang untuk masa depan yang bahagia bagi keluarga dan umat manusia.




Paus Paulus VI

Thursday, November 23, 2000

SGK 1967

Gereja
dan
Komunikasi Sosial


Surat Gembala Sri Paus Paulus VI
pada Hari Komunikasi se-Dunia yang pertama, 1967


Kami menyapa engkau, putera-puteri yang terkasih, saat Hari Komunikasi se-Dunia, yang akan terlaksana untuk pertama kali pada hari Minggu, 7 Mei, sudah semakin dekat.

Gereja, menyadari "bahwa ia sesungguhnya dan begitu erat berkaitan dengan umat manusia dan sejarahnya" 1 berkehendak melalui inisiatif ini, yang didorong oleh Konsili Ekumenis Vatikan II, untuk menarik perhatian putera-puterinya dan semua orang yang berkehendak baik kepada gejala yang luas dan kompleks dari sarana-sarana komunikasi sosial modern, seperti pers, film, radio dan televisi, yang membentuk satu ciri paling khas bagi kebudayaan modern.

Terima kasih kepada teknik-teknik yang begitu mengagumkan ini, hidup sosial manusia telah mengambil dimensi-dimensi baru: waktu dan ruang telah ditaklukkan, dan manusia telah seolah-olah menjadi warganegara dari dunia, yang membagikan dan menyaksikan peristiwa-peristiwa yang paling baru dan langsung dapat dilihatnya keseluruhan bangsa manusia. Sebagaimana diungkapkan dalam Konsili, "kita sudah dapat berbicara mengenai transformasi sosial dan budaya, yang sangat berpengaruh bagi agama manusia" 2 Terhadap transformasi ini, sarana-sarana komunikasi sosial sudah sangat berjasa, pada saat-saat yang menentukan; kita bahkan sekarang sedang mendekati perkembangan yang baru dan mengagumkan, seperti televisi yang mencakup seluruh dunia melalui satelit-satelit buatan. Dalam semua ini kita melihat penyingkapan dan pengungkapan rencana penyelenggaraan Allah yang mengagumkan, yang membuka bagi kepandaian manusia jalan-jalan baru untuk meraih kesempurnaan dan mencapai tujuannya yang terakhir.

Oleh karena itu setiap orang harus memberikan kepercayaan penuh, pada kebaikannya, atas sumbangan yang diberikan oleh pers, film, radio dan televisi sebagaimana diberikan juga oleh sarana-sarana komunikasi sosial lainnya, untuk memperkaya kebudayaan, untuk menyebarkan bentuk-bentuk artistik yang beranekaragam, untuk rekreasi, untuk bertukar pengetahuan dan pengertian diantara manusia dan juga untuk menyebarkan pesan Injil.

Namun, sementara daya tarik gejala ini, yang kini merangkul baik pribadi maupun keseluruhan komunitas manusia, adalah alasan untuk menjadi kagum dan puas, gejala ini juga mendorong kepada refleksi dan keterlibatan. Sarana-sarana ini, sebagaimana terlaksana, diarahkan sesuai dengan adanya, dari dirinya sendiri untuk menyebarkan pikiran, ungkapan manusia, gambaran, informasi dan publisitas, tidak hanya menyentuh pendapat publik, dan, secara konsekwen, mengenai cara-cara berpikir dan bertindak dari pribadi-pribadi atau kelompok-kelompok sosial, tetapi juga membawa penekanan terhadap akal budi, meninggalkan kesan yang mendalam terhadap mentalitas dan kesadaran manusia yang lalu ditekan dan hampir dikuasai oleh suatu keanekaragaman gagasan yang saling bertentangan.

Orang tak dapat membiarkan bahaya dan kerusakan yang sarana-sarana ini, betapapun pada dirinya sendiri bersifat mulia, dapat merasuki pribadi-pribadi dan masyarakat ketika sarana-sarana itu tidak diatur oleh manusia dengan rasa tanggungjawab, dengan maksud yang jujur dan dalam kesesuaian dengan tata moral yang berlaku umum.

Kenyataannya, semakin besar kemampuan dan ambivalensi dari sarana-sarana ini, semakin besar pula perhatian dan tanggungjawab yang dengannya mereka digunakan.

Oleh karena itu dengan penuh hormat dan ramah dan kepastian bahwa Kami menafsirkan pengharapan dan kecemasan dari orang-orang jujur di mana pun, Kami menyapa semua orang yang mempersembahkan kemampuan mereka dan karya mereka kepada sektor yang peka dan penting dalam kehidupan modern ini. Kami melayani pengharapan bahwa pelayanan yang bermartabat, yang mereka serukan untuk dilakukan kepada saudara-saudara mereka, semoga selalu seukuran dengan martabat dari perutusan yang membuat mereka menjadi perantara dan, sebagaimana seolah-olah guru dan pembimbing, di antara kebenaran dan masyarakat, kenyataan dari dunia yang nampak dan jangkauan kesadaran batin.

Persis seperti mereka punya hak untuk tidak dikuasai oleh tekanan ideologi, politik dan ekonomi, yang membatasi kebebasan untuk mengungkapkan diri secara apa adanya dan bertanggungjawab, demikian pernyataan mereka kepada masyarakat menuntut rasa hormat pada martabat manusia dan masyarakat. Semoga setiap usaha mereka diarahkan untuk menyebarkan kebenaran dalam benak manusia, kesetiaan kepada yang baik dalam hatimereka dan ketekunan dalam tindakan-tindakan mereka. Maka mereka akan menyumbangkan peningkatan kemanusiaan dan akan memainkan bagian yang membangun dalam pembangunan masyarakat baru yang akan lebih bebas, lebih sadar, lebih bertanggungjawab, lebih bersaudara dan lebih bermartabat.

Dalam benak kami lebih-lebih muncul generasi-generasi muda. Tidak tanpa kesulitan dan berulangkali nampak atau memang harus berulang-ulang, semua ini dimaksudkan untuk memberikan pengarahan atas kehidupan mereka sekarang dan masa yang akan datang. Mereka harus dapat membuat pilihan-pilihan mereka sendiri dalam kebebasan Roh dan dengan penuh tanggungjawab. Mempertahankan atau menjerumuskan dengan pemahaman-pemahaman yang keliru, akan berarti membuat usaha-usaha mereka justru menghancurkan pengharapan-pengharapan mereka yang tulus, membuat aspirasi mereka yang luhur menjadi kacau dan mematikan dorongan-dorongan mereka yang tulus.

Dengan hati kebapakan kami memperbaharui penekanan kami kepada para profesional yang baik di dunia komunikasi sosial, khususnya kepada mereka yang dimuliakan karena kristiani, mengharap agar mereka menjadi "saksi di tengah Dunia", agar dalam segala ungkapannya yang fana dengan setia menggemakan yang abadi, Sabda yang tak tercipta, Sabda dari Bapa, Cahaya akal budi, Kebenaran yang begitu mengangkat martabat kita. 4

Bagaimanapun pentinglah, bahwa usaha-usaha para pekerja di bidang komunikasi sosial diikuti dengan kerjasama yang bersatu, karena semua itu adalah tanggungjawab dari semua yang selalu harus diuji: para orang tua yang adalah pendidik pertama dan tak tergantikan bagi anak-anak mereka; para guru yang tugasnya adalah mengajar para murid dalam pengetahuan dan pengertian akan bahasa teknik modern, menunjukkan kepada mereka bagaimana mengapresiasikan, bagaimana menggunakan sarana-sarana itu sesuai dengan peraturan dan disiplin pribadi. Tanggungjawab dari kaum muda harus dilaksanakan, karena mereka dipanggil untuk itu.

Maka, sangat menolong dan patut dipujilah setiap inisiatif serius yang bermaksud membangun penilaian kritis dari para pembaca dan pemirsa, dan mendorongnya agar mengevaluasi berita, gagasan dan gambar-gambar yang ditampilkan padanya, tidak hanya dari segi estetis dan teknis, tetapi juga dari segi manusiawi, moral dan rohani, dengan mendasarkan diri pada nilai-nilai kehidupan yang tertinggi.

Juga Gereja, ingin memberikan dukungan nyata kepada perkembangan tata dunia komunikasi sosial: sumbangan inspirasi, peneguhan, semangat, tuntunan dan kerjasama

Persis atas alasan inilah Konsili Ekumenis Vatikan II telah membuat hal ini menjadi satu subyek penelitian: Dekrit Konsili tentang Alat-alat Komunikasi Sosial, dan Instruksi Pastoral yang menyertainya yang sekarang sedang dipersiapkan, memberi kesaksian atas perhatian keibuan dari Gereja dalam penerusan nilai-nilai manusiawi yang oleh hidup kristiani dihayati sepenuh hati, diterapkan dengan lebih hidup dan bermartabat; semangat kristen mengarahkan semua itu kepada tujuan tertinggi manusia, membuatnya menjadi kemajuan yang nyata, berbuah moral dan rohani berjalan beriringan dengan perkembangan teknik.

Maka, kami, mengungkapkan pengharapan bahwa "Hari" ini dapat menjadi kesempatan untuk pengharapan akan adanya kebangkitan kesadaran dan suatu usaha terpadu dari setiap bagian yang tercakup di dalamnya. Kami berharap para putera dan puteri kami melaksanakan tindakan yang tepat, dalam kesatuan doa dengan para Pastornya dan dengan semua orang yang bersedia untuk bekerja sama, agar, dengan pertolongan Allah dan perantaraan Perawan Terpuji, mereka dapat meraih buah-buah dari perayaan Hari Komunikasi Sosial sedunia yang dimaksudkan untuk mencapai kebaikan bagi umat manusia.

Inilah pengharapan yang penuh cinta yang kami harap menjadi nyata di fajar Hari Komunikasi Sosial se Dunia yang pertama kali, sementara kami berdoa dalam hati untuk berkat ilahi yang berlimpah kepada semua orang yang mendengarkan Kami, dan untuk semua yang mempergunakan dalam bidang ini kecakapan teknis mereka, inspirasi intelektual mereka, dan kerinduan rohani mereka.


Paus Yohanes Paulus VI