BER-KOMSOS

Ini itu tentang bagaimana Gereja berjiarah di dunia yang berkomunikasi sosial.

Monday, December 11, 2000

SGK 1985

KOMUNIKASI SOSIAL

PENDUKUNG KAUM MUDA KRISTIANI

PESAN BAPA SUCI PADA HARI KOMUNIKASI SOSIAL SE-DUNIA XIX

Mei 1985

Thema: Komunikasi Sosial bagi promosi kaum muda Kristen.


Saudara-saudariku yang terkasih, yang bermartabat luhur, dan lebih lagi, kamu semua kaum muda dari seluruh dunia, yang telah menuliskan satu halaman sejarah baru untuk tahun 2000!

1. Gereja setiap tahun merayakan Hari Komunikasi Sosial sedunia. Hal ini merupakan satu kesempatan untuk berdoa dan merenungkan suatu panggilan dalam pewartaan dan menjadi saksi Injil (Markus 16:15). Diharapkan seluruh paguyuban Gereja harus terlibat dalam mewartakan dan menjadi saksi Injil tersebut. Peranan media masa dan kerjasama dengan semua orang yang berkehendak baik benar-benar menjadi penyumbang besar bagi “perwujudan keadilan, damai, kebebasan dan kemajuan manusia” (Communio et Progressio, 100).

Tema Hari Komunikasi Sosial sedunia adalah Komunikasi sosial untuk promosi kristiani bagi kaum muda. Hal ini memberikan inisiatif kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menetapkan bahwa tahun 1985 sebagai “Tahun Internasional Kaum Muda”. Alat-alat komunikasi sosial yang telah meluaskan dan memungkinkan diterimanya Sabda Allah tanpa batas wilayah (Evangelii Nuntiani, 45), secara efektif menyumbang bagi perwujudan panggilan kaum muda sebagai pribadi dan sebagai umat kristen. Melalui media alat komunikasi sosial ini diharapkan memiliki pilihan yang bebas dan bertanggungjawab, dan dengan demikian mempersiapkan mereka untuk menjadi pembangun dan pemimpin bagi masyarakat yang akan datang.


Alat-alat untuk melayani kemanusiaan

2. Gereja, melalui ajarannya dalam Konsili Vatikan II yang akan merayakan hari ulang tahunnya ke dua puluh dan ditutup pada tahun ini, secara tegas dan jelas mengakui betapa pentingnya media masa dalam perkembangan umat manusia; dari sudut pandang informasi, pendidikan dan pelatihan, pendewasaan budaya, dan juga sebagai pemanfaatan saat santai dan hiburan. Namun, Gereja juga telah menunjukkan bahwa semua media adalah alat-alat untuk melayani kemanusiaan dan kesejahteraan semua orang; alat-alat komunikasi bukanlah tujuan.

Dunia Komunikasi Sosial dewasa ini mengalami perkembangan yang mengarah pada kompleksitas yang ekstrim, yaitu suatu perkembangan yang hasil akhirnya tidak dapat diramalkan (tentang jaman tekhnotronic, untuk menggambarkan interaksi yang berkembang di antara teknologi dan elektronik). Di dalam dunia yang kompleks ini kita tidak hanya menghadapi segelintir masalah saja, tetapi kita juga menghadapi yang berhubungan dengan terjadinya tata dunia baru yaitu dunia informasi dan komunikasi. Tata dunia baru tersebut erat kaitannya dengan masa depan yang dibuka dengan penggunaan satelit-satelit dan penjelajahan alam semesta.

Kita sedang berbicara tentang sebuah revolusi yang tidak hanya berdampak pada perubahan sistem-sistem dan teknik-teknik komunikasi, tetapi melibatkan keseluruhan alam kehidupan manusiawi baik dari segi budaya, sosial dan rohani. Konsekuensinya, kita harus berhati-hati dalam menanggapi norma-norma internal sistem dan teknik komunikasi sosial. Kita harus menarik kriteria dasar kebenaran tentang pribadi manusia yang dibentuk sebagai gambar Allah.

Sesuai dengan hak atas informasi yang dimiliki setiap orang, isi komunikasi harus selalu mengarah pada kebenaran, dan berdasarkan penghormatan terhadap keadilan dan belaskasihanlah informasi itu disempurnakan. Dengan segala alasan yang luhur pegangan tersebut benar ketika komunikasi ditujukan kepada kaum muda, yang ada dalam situasi membuka diri terhadap pengalaman-pengalaman hidup. Dalam hal ini, informasi tak dapat dibiarkan membiarkan begitu saja pada nilai-nilai yang menyentuh eksistensi manusia sampai ke akar-akarnya, misalnya mutlaknya pengakuan akan adanya kehidupan sejak saat pembentukannya, tentang moral dan rohani, tentang damai dan keadilan. Informasi tak dapat bersifat netral dalam menghadapi masalah dan situasi yang pada tingkat nasional dan internasional menghancurkan pola hubungan dalam masyarakat, seperti perang, pemerkosaan hak asasi, kemiskinan, kekerasan, dan penyalahgunaan obat terlarang.


Tantangan-tantangan terhadap komunikasi sosial

3. Sejak dahulu, tujuan manusia adalah mempertahankan kebenaran dan memerangi apa yang berlawanan terhadap kebenaran itu. Dalam pilihannya, manusia dianugerahi kebebasan oleh penciptaNya, antara yang baik dan yang jahat, antara terang dan kegelapan. Namun sungguh merupakan suatu pukulan yang menyakitkan ketika kita menyaksikan pada jaman ini bahwa semakin bertambahnya manusia yang dihalangi dalam melaksanakan kebebasan dalam memilih. Mereka dikuasai oleh rejim yang otoriter, dikurung oleh sistem-sistem ideologis, ditipu dengan ilmu pengetahuan dan teknik totaliter, disituasikan oleh mekanisme masyarakat yang semakin lama semakin menghancurkan kepribadiannya.

Kemerdekaan nampaknya merupakan tantangan besar yang harus dihadapi oleh komunikasi sosial. Dalam meraih tuntutan kemerdekaan tersebut perlu wahana yang cukup independen, baik yang berada dalam tekanan mekanisme sensor dari rejim-rejim totaliter, atau terhadap kuasa dalam pengaruh yang sangat menekan dari kelompok-kelompok budaya, ekonomi dan politik tertentu.

Media Masa sebagai sarana pemersatu dan pengembang harus mengatasi halangan-halangan ideologis dan politik, berjalan bersama dengan kemanusiaan dalam cita-cita menuju damai. Media masa harus mendukung proses integrasi dan solidaritas bersaudara di antara umat manusia dalam dua arah, Timur dan Barat, Utara dan Selatan. Sebagai alat pendidikan dan budaya, media masa harus menyumbang pada pembaharuan masyarakat dan secara khusus kepada perkembangan manusiawi dan perkembangan moral kaum muda, yaitu kaum muda yang mengutamakan kesadaran pada tugas-tugas sejarah yang menanti mereka di ambang milenium ke tiga. Dengan cara berpikir ini, media masa harus membuka horison-horison baru bagi kaum muda, mendidik mereka untuk melaksanakan tugas kewajibannya, menjadi jujur, menghormati sesamanya, mempunyai kepekaan akan keadilan, bersaudara, belajar, dan bekerja.


Potensi demi kebaikan

4. Pertimbangan-pertimbangan tersebut membuat jelas potensi mendalam untuk kebaikan yang dimiliki oleh alat-alat komunikasi sosial dalam usahanya yang membebaskan. Namun pada saat tertentu alat-alat komunikasi sosial membiarkan kita dibayangi ancaman yang membahayakan yang dikerjakan oleh media masa terhadap masyarakat. Hal ini akan terjadi bilamana media masa dibelokkan kepada maksud dari kekuasaan tertentu atau kepentingan pribadi, atau kalau digunakan untuk mengacau, melawan kebenaran, melawan martabat pribadi manusia atau kebebasannya; dan yang paling jahat, melawan mereka yang paling lemah dan paling tak terlindungi.

Koran, buku, rekaman, film, radio, televisi khususnya, dan komputer yang bahkan lebih canggih, semua itu sudah menghadirkan satu titik penting terjadinya kontak atau komunikasi, meskipun hal tersebut bukanlah satu-satunya sarana komunikasi antara kaum muda dengan lingkungannya yang menjadi tempat kehidupan sehari-hari. Hendaknya kaum muda diterjunkan kepada media masa lebih sering lagi, karena merekalah yang mempunyai lebih banyak waktu luang. Begitu ruwetnya kehidupan modern yang membuat kaum muda mencari pelarian dalam bentuk rekreasi. Ketidakhadiran para orang tua, karena bekerja di luar rumah, membuka kesempatan kurangnya terkontrolnya tradisi dalam penggunaan media massa yang memang dimaksudkan oleh media massa itu.

Kaum muda merupakan penerima yang pertama dan paling langsung dari media massa. Kaum muda juga yang paling banyak dibanjiri oleh informasi dan gambar-gambar yang memasuki rumah mereka melalui media. Lebih lagi, tak mungkin mengabaikan bahaya dari pesan-pesan yang disampaikan pada saat-saat tertentu yang kurang tepat. Ada yang memaksa kaum muda untuk mendengarkan atau menonton tayangan yang disisipkan secara tak kentara melalui iklan yang secara terus terang menyerang atau memasukkan tontonan yang memberi kesan bahwa hidup manusia hanya diatur oleh hukum seks dan kekerasan.

Istilah “ketergantungan pada video” telah menjadi rahasia umum yang digunakan untuk menggambarkan pengaruh yang lebih hebat dari alat-alat komunikasi sosial, dengan kemampuannya dalam mensugesti dan memodernitaskan kaum muda. Perlu adanya penelitian fenomena ini secara mendalam. Hal ini dilakukan untuk memastikan konsekwensi-konsekwensi riilnya pada para penerima yang belum mengembangkan kepekaan kritis secara dewasa. Ini bukan hanya masalah pembiasaan penggunaan waktu luang atau membatasi jumlah waktu setiap hari dalam kegiatan intelektual yang berbentuk rekreatif, tetapi juga pengaruh terhadap kejiwaan, kebudayaan dan tingkah laku kaum muda.

Pendidikan yang dilaksanakan oleh guru-guru tradisional, khususnya para orang tua, dilaksanakan dengan satu hubungan antar pribadi yang memungkinkan terjadinya dialog dua arah. Sekarang hal tersebut cenderung digantikan dengan pendidikan satu arah. Pendidikan mengacu pada wahana budaya yang didasarkan pada kerangka nilai, kualitas informasi, dimana masuknya budaya instan membuat sikap memilih untuk menolak keterlibatannya dalam kurun waktu yang panjang. Budaya tersebut merupakan budaya yang begitu berpengaruh dan menyingkirkan penentuan pilihan pribadi secara bebas. Untuk suatu latihan yang dirahkan dalam mendorong pertumbuhan suatu kepekaan akan tanggungjawab pribadi dan bersama, akan ditambahkan satu sikap pasif dalam menerima tayangan-tayangan dan kebutuhan-kebutuhan yang dipaksakan oleh materialisme, yang kemudian merangsang penggunaan barang-barang tersebut sehingga bisa mengosongkan kesadaran. Imaginasi kaum muda yang pada tahun-tahun sebelumnya menjadi kekayaan murni kita dikeringkan dalam kumpulan gambar yang diserap tanpa perlu perjuangan. Imaginasi tersebut adalah ungkapan dari kreatifitas kaum muda, ungkapan dari sikap-sikapnya impulsif, dan kebiasaan pasif yang mengurangi rangsangan keinginan dalam mencipta, dan melemahkan setiap rangsangan untuk menghadapi tugas-tugas atau pekerjaan-pekerjaan baru.


Tuntutan Tugas

Inilah situasi yang harus menjadi pemikiran setiap orang yang berkarya dalam komunikasi sosial kalau tidak mau menjadi semakin menyebar agar memikirkannya secara lebih serius dan mendalam. Mereka mempunyai tugas yang membawa konsekuensi tuntutan yang menakutkan: yaitu dalam pelaksanaan yang dibuat dari bakat dan keahlian mereka yang meletakkan sebagian besar pelatihan dan pendidikan kepada orang-orang yang kelak harus meraih perbaikan bagi masyarakat kita. Proses pelatihan dan pendidikan yang diperkaya oleh pribadi dan nilai-nilai rohani, sekaligus ada ancaman yang bisa penghancuran diri sendiri.

Orangtua dan para pendidik mempunyai tugas cukup berat. Mereka memberikan kesaksian dan didukung dengan pengarahan yang konsisten secara budaya dan moral. Pada kenyataannya hal tersebut bisa menjadi pengajaran yang berdayaguna dan sangat baik, bisa dipercaya dan dapat diterima oleh kaum muda. Dialog, pertimbangan kritis, pembuatan keputusan, adalah syarat-syarat yang harus ada ketika mendidik kaum muda untuk bertingkahlaku secara bertanggungjawab dalam penggunaan media massa. Sambil membangun kembali keseimbangan dalam dirinya secara benar yang sudah terlanjur dipengaruh hal-hal negatif dari alat-alat komunikasi sosial itu.

Tahun Internasional untuk Kaum muda dalam bidang komunikasi sosial membawa tuntutan-tuntutan bagi dunia kaum dewasa. Adalah merupakan kewajiban bagi semua orang untuk membantu kaum muda memasuki hidup bermasyarakat sebagai warga negara yang bertanggungjawab, warga masyarakat yang mengenal lingkungannya, dan sadar akan martabatnya yang luhur.


Misi Gereja

6. Di sinilah persisnya bahwa Hari Komunikasi Sosial sedunia ke-19 mempunyai arti penting. Tema perayaan yang akan datang ini menembus inti misi Gereja yaitu Gereja harus membawa keselamatan bagi semua orang, mewartakan Injil “dari atap-atap rumah” (Matius 10:27; Lukas 12:3). Kemungkinan-kemungkinan besar tersedianya komunikasi sosial pada saat ini dimana Gereja mengakui sebagai tanda karya penciptaan dan karya penebusan Allah, sehingga komunikasi sosial tersebut merupakan karya yang harus diteruskan oleh manusia. Alat-alat komunikasi sosial ini dengan demikian dapat menjadi saluran-saluran yang penuh daya untuk menyampaikan Injil, baik di tingkat pra-evangelisasi, pada usaha pendalaman iman, khususnya mendukung kaum muda secara umum dan kaum muda kristiani secara khusus.


Inilah nyata-nyata panggilan untuk:

Ø Kegiatan pendidikan dalam keluarga, di sekolah, di paroki, melalui katekese mengarahkan dan membimbing kaum muda menuju penggunaan media massa secara seimbang dan disiplin. Hal tersebut membantu mereka untuk membentuk keputusan kritis, yang diterangi oleh iman, terhadap apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar dan apa yang mereka baca. (Inter Mirifica 10. 16’ Communio et Progressio 67-70. 107).

Ø Pelatihan teori dan praktek secara cermat di seminari-seminari, dalam kelompok-kelompok kerasulan awam, dalam gerakan-gerakan gerejani yang baru dan khususnya gerakan-gerakan kaum muda, tidak hanya untuk mengamankan sikap yang tepat terhadap alat-alat komunikasi sosial, tetapi juga untuk membuka bakat-bakat mereka untuk meneguhkan dialog dalam kasih dan meneguhkan kembali ikatan-ikatan persaudaraan (CP 108. 110.115-117)

Ø Kehadiran setiap umat kristiani secara aktif di semua bidang komunikasi sosial tidak hanya memberikan sumbangan terhadap praktek budaya secara profesional, tetapi juga menjadi kesaksian akan iman mereka (CP, 103)

Ø Keterlibatan komunitas katolik pada saat membutuhkan tayangan-tayangan dan program-program yang menampilkan kebaikan moral bagi kaum muda adalah menegaskan keinginan mereka tentang informasi yang benar tentang Gereja, dan menuntut tayangan-tayangan secara lebih positif dan diinspirasikan oleh nilai-nilai kehidupan yang sejati (Inter Mirifica 14);

Ø Menghadirkan pesan Injil secara utuh dalam melawan kesulitan pengkhianatannya, dengan tidak melebih-lebihkannya, dengan tidak menguranginya, dan dengan maksud-maksud tertentu menuju kepada pemahaman sosial-politik. Akan tetapi mengikuti teladan Kristus sang Komunikator sejati dan menyesuaikannya bagi para penerima, khususnya mentalitas kaum muda sesuai dengan cara berbicara pada tuntutan dan situasi mereka (Cathecese Tradendae, 35. 39. 40).


Khusus bagi kaum muda

7. Dan bagi kaum muda khususnya saya ingin mengarahkan pada kesimpulan dari pesan ini; kepada kaum muda yang telah berjumpa dengan Kristus, kepada mereka yang telah datang ke Roma pada awal Pekan Suci, dalam kesatuan rohani bersama berjuta-juta orang dari kelompok usia mereka, bersama Paus mewartakan bahwa “Kristus adalah damai kita” tetapi juga kepada kaum muda yang sedang berada dalam kebingungan, di tengah ketidakpastian, kekacauan dan kesalahan, rindu untuk berjumpa dengan “Yesus yang disebut Kristus” (Matius 1:16), untuk memberikan satu makna dan tujuan bagi hidup mereka.

Kaum muda yang terkasih! Sampai sekarang, saya telah mengarahkan diri kepada dunia kaum dewasa. Namun nyatanya, kepada kamu semualah khususnya pesan ini saya tujukan. Betapa pentingnya makna tertinggi dari alat-alat komunikasi sosial. Hal itu tergantung dalam penggunaan dan pelaksana kebebasan manusia. Maka, tergantung pada kamu, dalam penggunaan yang kamu lakukan, dengan keputusan kritis yang kamu pakai sejauh kamu tahu dalam menggunakannya, apakah alat-alat ini sedang melayani pembangunan dirimu sebagai manusia dan sebagai umat kristiani, ataukah sebaliknya, alat-alat itu sedang melawan kamu, mengaburkan kebebasanmu dan menghancurkan kehausanmu akan kemurnian.

Kaum muda, semua itu tergantung pada kamu, karena kepada kamulah beban untuk membangun masyarakat masa depan, yang di dalamnya arus yang intensif dari informasi dan komunikasi akan memperbanyak bentuk-bentuk paguyuban di antara manusia, dan perkembangan teknologi akan menghancurkan penghalang-penghalang yang memisahkan manusia dan bangsa-bangsa. Tergantung padamulah bahwa masyarakat baru akan menjadi satu keluarga mansuia, di mana manusia dan bangsa-bangsa dapat hidup dalam persaudaraan yang erat, yang sepenuhnya dipersatukan, atau dalam masyarakat masa depan terdapat pertentangan dan perpecahan sehingga yang ada di dunia sekarang berkembang menjadi semakin pahit.

Dengan kata-kata santo Petrus, saya mengulangi keinginan yang terungkap dalam Suratku kepada Kaum Muda dan Wanita di dunia; bahwa semoga kamu “selalu siap menjawab setiap orang yang bertanya kepadamu mengenai pengharapan yang kamu punyai” (1 Petrus 3:15).

“Ya, kamu adalah dirimu sendiri, karena padamulah tergantung masa depan, padamulah tergantung semua yang berabad-abad lalu hingga sekarang ini telah terwujud dan kepadamulah tergantung mutu dari tahun-tahun awal dari millenium yang baru. Maka jangan tinggal diam; ambillah tanggungjawabmu dalam setiap bidang yang terbuka bagimu di dunia ini”!


Pencaharian kebenaran

Kaum muda yang terkasih! Undangan saya berikan kepadamu untuk bertanggungjawab, untuk terlibat, yang merupakan pertama dari segala undangan untuk mencari “kebenaran yang akan membebaskan kamu” (Yohanes 8:32), dan kebenaran itu adalah Kristus (bdk. Yohanes 14:6). Dan inilah undangan untuk menempatkan kebenaran Kristus di tengah kehidupanmu, untuk memberi kesaksian akan kebenaran ini dalam sejarah hidupmu sehari-hari, pilihan yang menentukan yang telah kaubuat untuk membantu manusia menjejakkan kaki dengan mantap dalam jalan damai dan keadilan.

Dengan sepenuh hati saya menyampaikan kepada semua saja Berkat Kerasulanku, sambil berdoa semoga kamu diterangi dari surga.


PAUS YOHANES PAULUS II

Dari Vatican, 15 April 1985


0 Comments:

Post a Comment

<< Home