BER-KOMSOS

Ini itu tentang bagaimana Gereja berjiarah di dunia yang berkomunikasi sosial.

Friday, February 24, 2006

Gereja dan alat komunikasi sosial



SIKAP GEREJA

TERHADAP

ALAT-ALAT

KOMUNIKASI SOSIAL


Dari dekrit Inter Mirifica artikel 3


Gereja Katolik didirikan oleh Kristus Tuhan untuk membawa keselamatan kepada semua manusia. Karena itu ia didesak dengan sangat untuk menginjil, dan menganggap bagian dari tugasnya untuk mewar­takan berita keselamatan juga melalui alat-alat komunikasi dan untuk mengajar manusia mengenai penggunaannya yang tepat.


Maka

Gereja mempunyai hak alamiah

untuk menggunakan

dan memiliki

serba ragam alat ini,

sejauh dibutuhkan dan berguna bagi pendidi­kan Kristen dan bagi semua usaha penyelamatan jiwa-jiwa. Adalah tugas para gembala kudus untuk mengajar dan membimbing umat sekian, sehingga juga berkat bantuan alat-alat ini, mereka mempe­roleh keselamatan dan kesempurnaan dirinya dan seluruh umat manusia.


Selain itu,

adalah tugas terutama para awam,

untuk mengilhami alat-alat ini

dengan semangat manusiawi dan semangat Kristiani,

sehingga sesuai dengan rencana Ilahi.




Pastoral dan Komsos

TEMPAT

MEDIA KOMUNIKASI SOSIAL

DALAM

KARYA PASTORAL GEREJA


Dari Aetatis Novae artikel 17.

Sejalan dengan komitmen-komitmennya yang lain di bidang komunikasi dan media, Gereja harus terus meskipun menghadapi berbagai kesulitan mengembangkan, memelihara, dan memajukan sarana-sarana dan program-program komunikasi sosialnya yang secara khusus bersifat Katolik. Ini mencakup pers Katolik, kan­tor-kantor untuk hubungan masyarakat dan koordinasi media, penelitian media, dan organisasi-organisasi kaum profesional di bidang komunikasi yang bertalian dengan Gereja, termasuk organis­asi-organisasi komunikasi Katolik Internasional yang para anggotanya adalah orang-orang yang berpengetahuan dan kompeten dan dapat bekerja sama dengan konperensi-konperensi Waligereja maupun dengan para Uskup secara perseorangan.


Kegiatan media Katolik bukanlah hanya merupakan suatu program lagi disamping kegiatan-kegiatan Gereja lainnya: komunikasi sosial mempunyai peran yang harus dijalankan dalam semua aspek misi Gereja. Jadi, bukan saja harus ada suatu rencana pastoral untuk komunikasi, melainkan komunikasi harus juga merupakan bagian integral dari setiap rencana pastoral, karena komunikasi dapat memberikan sumbangan kepada hampir setiap kegiatan kerasu­lan, pelayanan dan program kita.


Hari Komunikasi Sosial Sedunia



HARI KOMUNIKASI SOSIAL

Satu-satunya hari yang ditetapkan oleh para Uskup dalam Konsili Vatikan II agar dilaksanakan oleh umat Katolik diseluruh dunia.

Inter Mirifica artikel 18.

Untuk mengukuhkan dengan lebih berhasilguna berbagai ragam kerasulan Gereja di bidang alat-alat komunikasi sosial, maka berdasarkan pertimbangan para uskup,

dalam semua keuskupan di dunia,

tiap tahun dirayakan satu hari,

dalamnya

umat beriman dibina mengenai tanggung jawabnya di bidang ini,

serta diundang untuk mencurahkan doa bagi kepentingan ini


Hari Komunikasi Sosial Sedunia 1967-2007



TEMA-TEMA

HARI

KOMUNIKASI SOSIAL

SEDUNIA

1967 - 2007


Surat Gembala Paus
Untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia

1967. Gereja dan Komunikasi Sosial

1968. Komunikasi Sosial dan Perkembangan Bangsa-bangsa

1969. Komunikasi Sosial dan Keluarga

1970. Komunikasi Sosial dan Kaum Muda

1971. Komunikasi Sosial dan Usaha membangun persatuan umat manusia

1972. Komunikasi Sosial dan pembangunan kebenaran

1973. Media Masa dan Pengakuan serta Penawaran nilai-nilai rohani

1974. Komunikasi Sosial dan Evangelisasi di dunia masa kini

1975. Komunikasi Sosial dan Rekonsiliasi

1976. Komunikasi Sosial dan Hak-hak dan Kewajiban Manusia yang Dasariah

1977. Beriklan dalam Media Masa: Keuntungan, Bahaya, dan tanggungjawab

1978. Hak-hak dan Kewajiban-kewajiban para penerima Komunikasi Sosial

1979. Komunikasi Sosial yang melindungi anak-anak dan menawarkan keterlibatan konkrit dalam keluarga dan masyarakat

1980. Komunikasi Sosial dan Keluarga

1981. Komunikasi sosial dan Tanggungjawab atas kebebasan manusia

1982. Komunikasi sosial dan masalah-masalah manula

1983. Komunikasi sosial dan promosi perdamaian

1984. Komunikasi Sosial: sarana perjumpaan antara iman dan budaya

1985. Komunikasi Sosial dan dukungan bagi kaum muda kristiani

1986. Komunikasi sosial dan pembentukan pandangan umum secara kristiani

1987. Komunikasi Sosial dan pembangunan Keadilan dan Perdamaian

1988. Komunikasi Sosial dan pembangunan solidaritas dan persaudaraan di antara manusia dan bangsa-bangsa

1989. Agama dalam Media Masa

1990. Warta Kristiani dalam budaya komputer

1991. Komunikasi dan persatuan serta kemajuan keluarga manusia

1992. Pewartaan pesan Kristus dalam Media Komunikasi

1993. Videokaset dan audiokaset dalam pembangunan budaya dan kesadaran

1994. Televisi dan keluarga: petunjuk-petunjuk untuk menonton dengan baik

1995. Film: komunikator kebudayaan dan nilai

1996. Media: forum modern untuk menegakkan peranan wanita dalam masyarakat

1997. Mengkomunikasikan Yesus: Jalan, Kebenaran, dan Hidup

1998. Dalam kuasa Roh Kudus, mengkomunikasikan pengharapan

1999. Media massa: sahabat yang ramah bagi siapa pun yang mencari Bapa

2000. Mewartakan Kristus dalam Media saat Fajar Milenium Baru

2001. "Wartakan dari atap rumah": Injil di Jaman Komunikasi Global

2002. Internet Forum Baru untuk mewartakan Injil.

2003. Media Komunikasi melayani damai sejati dalam terang Pacem In Terris

2004. Media dan Keluarga: Manfaatkan Kekayaannya Waspadai Resikonya

2005. Media Komunikasi: Pelayanan Saling Pengertian di antara masyarakat

2006. Media: Jaringan komunikasi, pemersatu, dan kerjasama

2007. Anak-anak dan Media: Tantangan bagi Pendidikan

Poro Putro lan Media: tantangan kanggo Pendidikan




Dokumen Dasar




DOKUMEN GEREJA KATOLIK

TENTANG

KOMUNIKASI SOSIAL




· The Church and Internet (Gereja dan Internet) (February 28, 2002)

· Ethics in Internet (Etika dan Internet) (February 28, 2002)

· Ethics in Communications (Etika dalam Komunikasi) (June 2, 2000)

· Letter to Artist (Surat kepada para seniman) (1999)

· Ethics in advertising (Etika dalam Periklanan) (February 22, 1997)

· 100 Years of Cinema (100 tahun Film) (1995-1996)

· Aetatis Novae (Situasi-situasi Baru) (February 22, 1992)

· Criteria for ecumenical and inter-religious cooperation in communications (Kriteria-kriteria untuk kerjasama ekumenis dan antar agama dalam komunikasi) (October 4, 1989)

· Pornography and violence in the communications media: a pastoral response (Pornografi dan kekerasan dalam media komunikasi: sebuah tanggapan pastoral) (May 7, 1989)

· Guide to the training of future priests concerning the instruments of social communications (Tuntunan pelatihan untuk para calon imam sehubungan dengan alat-alat komunikasi sosial) (March 19, 1986)

· An appeal to all contemplative Religious (Sebuah himbauan untuk semua rohaniwan kontemplatif) (June 3, 1973)

· Communio et Progressio (Paguyuban dan Kemajuan) (May 23, 1971)

· Regulations for the audio-visual representation of ceremonies and of locations directly dependent on the Holy See (August 13, 1965)

· Apostolic Letter "Motu Proprio" In fructibus multis which estabilished the Pontifical Commission for Social Communications (April 2, 1964)

· Conciliar Decree Inter Mirifica (Dekrit Konsili: Inter Mirifica, di antara hal-hal yang mengagumkan) (December 4, 1963

· Statute of the Vatican Film-Library (Statuta tentang Perpustakaan Film Vatikan) (November 16, 1959)

· Apostolique Letter "motu proprio" Boni Pastoris (Surat Apostolis Penggembalaan yang baik) (February 22, 1959)

· Apostolic Letter (brief) proclaiming Saint Claire as Heavenly Patron of Television (Surat apostolik menegaskan Santa Clara sebagai Teladan Surgawi untuk televisi) (August 21, 1958)

· Encyclical Letter Miranda Prorsus (Ensiklik “Miranda Prorsus”)(September 8, 1957)

· The Ideal Film (Film yang ideal) (Exhortations of His Holiness Pius XII to representatives of the world of the cinema) (June 21, 1955 - October 25, 1955)

· Approval of the new statutes and change to Pontifical Commission for the Cinema, Radio and Television (Penetapan tentang statuta baru dan perubahan Komisi Kepausan untuk Film, Radio dan Televisi) (December 16, 1954)

· Change to Pontifical Commission for the Cinema and approval of the Statutes (Perubahan pada Komisi Kepausan untuk Film dan penetapan statutanya) (January 1, 1952)

· Establishment of the Pontifical Commission for Educational and Religious Films and approval of the Statutes (Pendirian Komisi Kepausan untuk Film Pendidikan dan Rohani dan penetapan statutanya) (September 17, 1948)

· Establishment "ad experimentum" of the Pontifical Commission for the Study and Ecclesiastical Evaluation of Films on Religious or Moral Subjects (Pendirian sementara Komisi Kepausan untuk mempelajari dan mengevaluasi secara gerejani tentang film dalam hal-hal rohani dan moral)(January 30, 1948)

· Encyclical Letter Vigilanti cura (Ensiklik Vigilanti Cura) (June 29, 1936)




Wednesday, February 01, 2006

Seksi Komsos dalam Panitia APP

USUL KEMUNGKINAN

DUKUNGAN SEKSI KOMSOS PAROKI

BAGI

PANITIA AKSI PUASA PEMBANGUNAN PAROKI

Sebuah usulan

Mengusahakan segala sesuatu yang baik dan perlu agar umat beriman dapat melaksanakan aksi puasa pembangunan yang memperkembangkan imannya.

1. Mengusahakan segala sesuatu yang baik dan perlu agar umat beriman memiliki pengetahuan yang cukup tentang Puasa/pantang. Pengetahuan yang cukup berarti tahu tentang: Puasa/pantang katolik itu apa, kapan saja dilaksanakan (sampai tanggalnya), semangat dasarnya, kemungkinan-kemungkinan pelaksanaannya baik secara pribadi maupun bersama-sama.

Dalam pelaksanaan tugas ini, Seksi Komunikasi Sosial dapat berperan


Bekerjasama dengan

Kegiatan

a

Sekretariat Panitia APP Paroki

· Membuat pengumuman yang mengena bagi umat, baik secara umum maupun untuk kelompok kategorial/fungsional.

b

Liturgi, Para Seniman

· Dramatisasi-dramatisasi dalam liturgi (sejak Rabu Abu, selama jalan salib, dst)

· Mempersiapkan pembacaan kitab suci yang kreatif: didaraskan, dibacakan bergantian, dengan iringan musik.

· Merencanakan menghias gedung gereja/kapel untuk membantu pembangunan suasana puasa/pantang

c

Pewartaan

· Seminggu sebelum Rabu Abu, serentak di lingkungan/kelompok diadakan penjelasan tentang Puasa Katolik (dengan kaset/vcd)

· Mengolah bersama bahan permenungan APP dan mencari metode yang cocok penerapannya dalam pertemuan-pertemuan di paroki. Sudah ada pola yang ditawarkan oleh keuskupan/kevikepan, tetapi setiap paroki tetap boleh merancang sendiri bentuk pertemuannya. Pakai gambar? Pakai kaset? Pakai VCD?

· Melaksanakan pelatihan bagi para pemandu lingkungan/kelompok, untuk menambah ketrampilan dan kemampuan pemanduan.

d

Dana APP

· Merancang tempat untuk mengumpulkan dana app dan teknis pelaksanaannya pada saatnya kelak.

e

Sosial Kemasyarakatan

· Mengajak anak, remaja, umat umum untuk membuat puisi, cerpen, artikel yang berkaitan dengan tema APP untuk dikirimkan ke media umum.

· Mengisi siaran di radio, televisi, yang berkaitan dengan tema APP




2. Mengusahakan segala sesuatu yang baik dan perlu agar umat beriman terbantu untuk menghayati pelaksanaan puasa/pantangnya sebagai penghayatan dan wujud kasih setia Tuhan dalam kehidupannya baik secara pribadi maupun dengan sesamanya. Penghayatan ini dapat dibantu dengan mengadakan doa-doa, baik doa-doa liturgis, doa-doa devotionalia (jalan salib, rosario), maupun doa-doa lainnya. Penghayatan ini juga dapat dibantu dengan mengadakan pertemuan-pertemuan umat untuk mengolah cita, rasa, dan karsa soal puasa yang membangun. Penghayatan ini dapat juga didukung dengan acara-acara dan kegiatan-kegiatan yang ikut membangun suasana seperti, mengadakan drama, lomba koor (pilihan lagunya menentukan suasana yang akan dibangun).

Dalam pelaksanaan tugas ini, Seksi Komunikasi Sosial dapat berperan


Bekerjasama dengan

Kegiatan

a

Sekretariat Panitia APP Paroki

· Membuat pengumuman yang mengena bagi umat, baik secara umum maupun untuk kelompok kategorial/fungsional. Mengusahakan agar kegiatan umat dapat diketahui dan dibagikan kepada umat lainnya.

· Membuat poster, stiker, edaran yang mengingatkan umat akan APP dan temanya.

b

Liturgi, Para Seniman

· Dramatisasi-dramatisasi dalam liturgi (sejak Rabu Abu, selama jalan salib, dst)

· Melaksanakan pembacaan kitab suci yang kreatif: didaraskan, dibacakan bergantian, dengan iringan musik.

· Menghias gedung gereja/kapel untuk membantu pembangunan suasana puasa/pantang

c

Pewartaan

· Mendukung terlaksananya pertemuan APP lingkungan/kelompok sesuai dengan yang telah direncanakan. Dukungan konkret misalnya dengan menyediakan tenaga untuk pemakaian sarana-sarana komunikasi sosial.

· Menuangkan hasil pembicaraan kelompok dalam bentuk-bentuk yang mudah dipakai dalam pertemuan selanjutnya (poster, kartoon)

· Mencarikan dan menyediakan sarana-sarana komunikasi sosial yang dapat membantu pertemuan selanjutnya.

d

Dana APP

· Merancang tempat untuk mengumpulkan dana app dan teknis pelaksanaannya pada saatnya kelak.

e

Sosial Kemasyarakatan

· Mengajak anak, remaja, umat umum untuk membuat puisi, cerpen, artikel yang berkaitan dengan tema APP untuk dikirimkan ke media umum.

· Mengisi siaran di radio, televisi, yang berkaitan dengan tema APP

f

Siapa saja

· Mengadakan lomba-lomba yang berkaitan dengan tema APP

3. Mengusahakan segala sesuatu yang baik dan perlu agar umat beriman mampu melaksanakan karya pembangunan masyarakat sebagai buah langsung dari penghayatan dan pelaksanaan puasa dan pantangnya. Pembangunan masyarakat ini dapat dilaksanakan secara langsung (dengan tangan dan kaki), misalnya dalam bentuk kerja bakti pembangunan sarana umum; tetapi juga dapat dilaksanakan dengan aneka bentuk lainnya: membangun suasana kondusif dalam masyarakat, mendukung kegiatan masyarakat (RT/RW)

Dalam pelaksanaan tugas ini, Seksi Komunikasi Sosial dapat berperan


Bekerjasama dengan

Kegiatan

a

Sekretariat Panitia APP Paroki

· Membuat pengumuman yang mengena bagi umat, baik secara umum maupun untuk kelompok kategorial/fungsional. Mengusahakan agar kegiatan umat dapat diketahui dan dibagikan kepada umat lainnya.

· Membuat poster, stiker, edaran yang mengingatkan umat akan APP dan temanya.

b

Liturgi, Para Seniman

· Membuat hasil-hasil pertemuan kelompok menjadi rumusan-rumusan doa yang akan dipakai dalam liturgi-liturgi Paroki, khususnya pada hari Minggu, sebagai sisipan/tambahan.

c

Pewartaan

· Menuangkan hasil pembicaraan kelompok dalam bentuk-bentuk yang dapat dinikmati oleh umat dan juga masyarakat (poster, kartoon)

d

Sosial Kemasyarakatan

· Mengajak anak, remaja, umat umum untuk membuat puisi, cerpen, artikel yang berkaitan dengan tema APP untuk dikirimkan ke media umum.

· Mengisi siaran di radio, televisi, yang berkaitan dengan tema APP

e

Siapa saja

· Mengadakan lomba-lomba yang berkaitan dengan tema APP